Komunitas Mahasiswa sastra inggris UIN SGD BDG .

Login

Lupa password?

Gallery


Link Bersangkutan.

free forum

☺ your comment ☺

Kursus Online CBS Bogor

Latest topics

» Perkenalan
Mon Jul 08, 2013 7:54 pm by Hana Ismi Radliyatin

» Berbagi Cerita
Thu Jun 30, 2011 6:23 pm by zakii

» Hi apa kabar
Thu Jun 30, 2011 5:49 pm by Lia

» Spesialis PUISI_PUISI
Thu Mar 10, 2011 10:14 am by yuga anugrah

» PUISI-PUISI metafisik
Wed Mar 09, 2011 9:57 pm by yuga anugrah

» Copi bozz morphology
Sun May 02, 2010 7:14 am by zakii

» Tim Teater akan tampil lagi
Sat Apr 03, 2010 8:46 am by zakii

» Relax community BSI
Sat Apr 03, 2010 8:43 am by zakii

» Vini Vidi Vici
Sat Apr 03, 2010 8:36 am by zakii


    Sirkus UIN

    Share

    mikoalonso

    Jumlah posting : 35
    Age : 29
    Lokasi : Bandung
    Registration date : 16.04.09

    Sirkus UIN

    Post by mikoalonso on Tue Apr 28, 2009 7:24 pm

    Oleh Miftahul Khoer

    Hari ini cuaca mulai tak bersahabat. Pertengahan April 2009 kondisi sebagian tubuh mulai mencair di lubang hidung. Tapi secangkir kopi menemani dinginnya pagi ini. Saya sadar ini biasa terjadi jika menjelang pergantian musim. Mungkin musim hujan akan segera berahir. Dan hari-hari panas akan menjemput kita. Dan mungkin juga ada pihak yang setuju dan protes dengan pergantian musim ini. Para petani sepertinya menghendaki hujan membasahi perkebunan dan pertanian mereka. Tapi buat anak kos, hujan menjadi musuh jemuran mereka. Dan para Cleaning Service, harus bekerja ekstra membersihkan alas kaki nakal para mahasiswa.

    Beberapa pekan lalu, di kampus kita tercinta ini ada pertunjukan ‘Sirkus’ hebat yang digelar para mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tepat di perayaan hari jadi UIN yang katanya ke 41 tahun ini. Padahal usia IAIN ke UIN masih seumur jagung yang baru nongol bunga-bunga mekarnya.

    Ratusan mahasiswa berkumpul dan berbaris sambil melontarkan yel-yel menggigit untuk para birokrat kampus yang kata mereka suka berbohong dan pandai ‘bermain pingpong’, saling melempar kesalahan sesama para pejabat kampus sendiri.

    Ada dua masa aksi saat itu. Masing-masing seolah berlomba meraih masa dengan orasi-orasi yang mengebu gebu. Menyuarakan nada perlawanan terhadap oknum birokrasi. Padahal kalau saja mereka bersatu, mungkin aksi mereka akan semakin kuat ya? Tapi gak tahu juga sih. Yang jelas ini atraksi yang patut ditonton. Sampai ada adegan adu fisik segala antara pihak keamanan dan para demonstran.

    Kalau melihat hal ini, saya jadi teringat dengan penggalan salah satu puisi yang ditulis seorang aktifis juga penyair radikal Wiji Thukul:

    Bila rakyat berani mengeluh
    Itu artinya sudah gawat
    Dan bila omongan penguasa
    Tidak boleh dibantah
    Kebenaran pasti terancam

    Ya, mungkin saja para mahasiswa itu tengah mengeluh dengan kondisi kampus yang sudah gawat ini. Soalnya aksi mereka itu cenderung klasik. Mengangkat masalah yang itu-itu juga. Tentang Praktikum, Ikomah, Poliklinik sampai kualitas Asisten dosen. Sampai sekarang cuma beberapa masalah yang sudah beres. Kabarnya sebagian dana Ikomah akan dibelikan sebuah mobil ambulan. Dan masalah yang lainnya, mending coba Tanya langsung aja pada atlit ‘pingpong’ itu. Mungkin mereka tahu.

    Puisi diatas adalah salah satu penyebab kenapa Thukul menghilang begitu saja, Saat pemerintahan Suharto yang terkenal memberangus dengan kebijakan-kebijakan jahanamnya, mereka menculik beberapa tokoh dan aktifis yang dinilai mengganggu dengan aksi-aksinya yang menghujat atas nama anti Suharto. Sampai sekarang Wiji Thukul tenggelam di telan waktu.

    Bersambung…

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 3:25 am